jaman berubah perilaku tak berubah
orang berubah tingkah laku tak berubah
wajah berubah koq menjadi lebih susah
manusia berubah berubah-ubah
gandhi yang dicari yang ada komedi
revolusi dinanti yang datang azhari
lembaga berdiri berselimut korupsi
wibawa menjadi alat melindungi diri
pendidikan adalah anak tiri yang kesepian
agama sbagai topeng yang menjijikan
kemiskinan merajalela yang kaya makin rakus saja
hukum dan kesehatan diperjual belikan
democrazi FALS
Selasa, 22 Maret 2011
NERAKA YANG ASIK
setiap malam aku selalu selalu memimpikanmu .....
setiap hari aku selalu memikirkanmu .....
setiap saat aku merindukanmu .....
oh engkau wanita yang cantik ....
takkan pernah aku meninggalkanmu .....
setiap jengkal tubuhmu adalah kenikmatan bagiku .....
kau mampu runtuhkan dunia hanya dengan senyuman .....
oh wanita cantik .....
kau setan yang menarik .....
oh wanita cantik .....
neraka yang asik .....
setiap hari aku selalu memikirkanmu .....
setiap saat aku merindukanmu .....
oh engkau wanita yang cantik ....
takkan pernah aku meninggalkanmu .....
setiap jengkal tubuhmu adalah kenikmatan bagiku .....
kau mampu runtuhkan dunia hanya dengan senyuman .....
oh wanita cantik .....
kau setan yang menarik .....
oh wanita cantik .....
neraka yang asik .....
Jumat, 11 Februari 2011
PUISI DOA DI JAKARTA – WS RENDRA
Tuhan yang Maha Esa,
alangkah tegangnya
melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan,
dan masyarakat yang diternakkan.
Malam rebah dalam udara yang kotor.
Di manakah harapan akan dikaitkan
bila tipu daya telah menjadi seni kehidupan?
Dendam diasah di kolong yang basah
siap untuk terseret dalam gelombang edan.
Perkelahian dalam hidup sehari-hari
telah menjadi kewajaran.
Pepatah dan petitih
tak akan menyelesaikan masalah
bagi hidup yang bosan,
terpenjara, tanpa jendela.
Tuhan yang Maha Faham,
alangkah tak masuk akal
jarak selangkah
yang bererti empat puluh tahun gaji seorang buruh,
yang memisahkan
sebuah halaman bertaman tanaman hias
dengan rumah-rumah tanpa sumur dan W.C.
Hati manusia telah menjadi acuh,
panser yang angkuh,
traktor yang dendam.
Tuhan yang Maha Rahman,
ketika air mata menjadi gombal,
dan kata-kata menjadi lumpur becek,
aku menoleh ke utara dan ke selatan -
di manakah Kamu?
Di manakah tabungan keramik untuk wang logam?
Di manakah catatan belanja harian?
Di manakah peradaban?
Ya, Tuhan yang Maha Hakim,
harapan kosong, optimisme hampa.
Hanya akal sihat dan daya hidup
menjadi peganganku yang nyata.
Ibumu mempunyai hak yang sekiranya kamu mengetahui tentu itu besar sekali
Kebaikanmu yang banyak ini
Sungguh di sisi-Nya masih sedikit
Berapa banyak malam yang ia gunakan mengaduh karena menanggung bebanmu
Dalam pelayanannya ia menanggung rintih dan nafas panjang
Ketika melahirkan andai kamu mengetahui keletihan yang ditanggungnya
Dari balik sumbatan kerongkongannya hatinya terbang
Berapa banyak ia membasuh sakitmu dengan tangannya
Pangkuannya bagimu adalah sebuah ranjang
Sesuatu yang kamu keluhkan selalu ditebusnya dengan dirinya
Dari susunya keluarlah minuman yang sangat enak buatmu
Berapa kali ia lapar dan ia memberikan makanannya kepadamu
Dengan belas kasih dan kasih sayang saat kamu masih kecil
Aneh orang yang berakal tapi masih mengikuti hawa nafsunya
Aneh orang yang buta mata hatinya sementara matanya melihat
Wujudkan cintaimu dengan memberikan doamu yang setulusnya pada ibumu
Karena kamu sangat membutuhkan doanya padamu
WS Rendra
Kamis, 10 Februari 2011
KECOA PEMBANGUNAN
Kecoa Pembangunan....
Salah dagang banyak hutang.......
Tata bukunya di tulis di awan...
Tata ekonominya ilmu bintang..
kecoa...kecoa...ke...co...a.....
Dengan senjata monopoli
Menjadi pencuri....
kecoa...kecoa... ke...co...a....
Dilindungi kekuasaan...
Merampok negeri ini....
Kecoa...kecoa...ke...co...a...
Ngimpi nglindur di sangka Pertumbuhan...
Hutang pribadi di anggap Hutang Bangsa...
Suara di bungkam agar Dosa Berkuasa...
Kecoa....kecoa... ke...co...a...
Stabilitas, stabilitas katanya...
Gangsir Bank...
Gangsir Bank, Kenyataannya....
Kecoa...kecoa...ke...co...a...
Keamanan, ketenangan katanya...
Marsinah terbunuh, petani di gusur, kenyataannya....
Kecoa Pembangunan,
Kecoa bangsa dan negara
Lebih berbahaya ketimbang raja singa
Lebih berbahaya ketimbang pelacuran
Kabut gelap masa depan,
Kemarau panjang bagi harapan
Kecoa...kecoa... ke...co...a....
Ngakunya konglomerat
Nyatanya macan kandang....
Ngakunya bisa dagang,
Nyatanya banyak hutang
Kecoa...kecoa...ke..co...a...
Paspornya empat,
Kata buku dua versi...
Katanya pemerataan,
Nyatanya monopoli
kecoa...kecoa...ke...co..a...
By. W.S RENDRA
Salah dagang banyak hutang.......
Tata bukunya di tulis di awan...
Tata ekonominya ilmu bintang..
kecoa...kecoa...ke...co...a.....
Dengan senjata monopoli
Menjadi pencuri....
kecoa...kecoa... ke...co...a....
Dilindungi kekuasaan...
Merampok negeri ini....
Kecoa...kecoa...ke...co...a...
Ngimpi nglindur di sangka Pertumbuhan...
Hutang pribadi di anggap Hutang Bangsa...
Suara di bungkam agar Dosa Berkuasa...
Kecoa....kecoa... ke...co...a...
Stabilitas, stabilitas katanya...
Gangsir Bank...
Gangsir Bank, Kenyataannya....
Kecoa...kecoa...ke...co...a...
Keamanan, ketenangan katanya...
Marsinah terbunuh, petani di gusur, kenyataannya....
Kecoa Pembangunan,
Kecoa bangsa dan negara
Lebih berbahaya ketimbang raja singa
Lebih berbahaya ketimbang pelacuran
Kabut gelap masa depan,
Kemarau panjang bagi harapan
Kecoa...kecoa... ke...co...a....
Ngakunya konglomerat
Nyatanya macan kandang....
Ngakunya bisa dagang,
Nyatanya banyak hutang
Kecoa...kecoa...ke..co...a...
Paspornya empat,
Kata buku dua versi...
Katanya pemerataan,
Nyatanya monopoli
kecoa...kecoa...ke...co..a...
By. W.S RENDRA
Langganan:
Komentar (Atom)